Pages

Senin, 12 Mei 2014

Materi POST (Power On Self Test) Saat Booting

Diagnosa POST (Power On Self Test) Saat Booting

Pendahuluan

Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah  diagnosa  yang  dikenal   dengan  POST.  POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST  ini  akan  memeriksa dan  menguji  semua  komponen- komponen  sistem.  Jika  saat  POST  terjadi problem, suatu  pesan akan disampaikan  pada  pengguna. Pesan tersebut dapat  berupa  :  pesan  tampilan  di  layar,  suara  beep,  atau  kedua -duanya.
Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :
Kode kesalahan  : dua sampai lima digit angka 
Pesan kesalahan      : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa
pesan yang menunjukkan problemnya)
Kode beep            : suara beep berurutan
Dengan sangat bervariasinya pabrik pembuat motherboard dan ROM BIOS maka  kode  beep  yang  diberikan  juga  bervariasi  artinya  untuk  kerusakan yang  sama  akan  diberikan  kode  beep  yang  berbeda  yang  dikarenakan adanya perbedaan pabrik pembuat ROM BIOS atau motherboard.
Pengujian  semua  memori  termasuk  dalam  langkah  POST  ini.  Lamanya pengujian tergantung dari besar kecilnya kapasitas memori yang terpasang.
Akan  tetapi  POST  tidak  mengecek  semua  peralatan  tambahan/perluasan seperti : printer, modem, dsb.

Adapun langkah-langkah POST ada lah sbb :
a)    Tes  CPU:  interupsi  ditutup,  pengetesan  flag  internal,  dan pengetesan register internal
b)    Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.
c)    Tes  Timer  1:  Timer  1   8253  diprogram  pada  operasi  mode  2, pengecekan  pada  a kses  dasar  pencacah,    pengecekan  pada pencacah.
d)    Tes  DMAC:  pengetesan  pada  semua  saluran  register  alamat  dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.
e)    Tes 16 KB DRAM:  pengetesan  pada 5  pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.
f)     Inisialisasi  Interrupt  controller:  control  word  dikirim  untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
g)    Tes  Interrupt  controller:  seting  dan  pengesetan  ulang  register in terupsi, menempat - kan   stack -stack kesalahan interupsi.
h)   Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
i)     Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM  video, cek sebagian  parity  error,  setup  mode  video  melalui  pemb acaan konfigura -si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar. 
j)      Tes DRAM di atas 16KB:    pengetesan  pada  5  pattern  yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil- kan alamat kesalahan dan data di layar.
k)    Tes  Keyboard:  cek  keyboard  dengan  kondisi  keyboard  reset,  cek penekanan kunci pada keyboard.
l)     Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.
Langkah-langkah POST di atas dapat diringkas  sebagai berikut :
a)    Test  1  (Basic  System):  cek  power  supply,  MPU,  bus,  dan  ROM (langkah a- b)
b)    Test 2 (Extended  System):   cek system timer, DMAC, 16KB lokasi awal DRAM dan PIC (langkah   c - h)
c)    Test  3  (Display):  cek  sistem  pengendali  signal  video  pada  card monitor dan VRAM (langkah   i)
d)    Test 4 (Memory):    cek  lokasi  DRAM  di  atas  16KB  dengan disampling / dicuplik (langkah   j)
e)    Test 5 (Keyboard): cek keyboard (langkah   k)
f)     Test 6 (Drive): cek adapter card dan peripheral disk drive dan hard disk (langkah   l)

Pesan Kesalahan Selama POST
a)    Test 1 (Basic System Error),   sistem  terhenti  dengan  tanpa tampilan dan suara beep, walaupun kursor mungkin nampak.
b)    Test  2  (Extended  System  Error),  satu  suara  beep  panjang  diikuti dengan satu suara beep pendek, dan eksekusi POST terhenti.
c)    Test 3 (Display Error), satu suara beep panjang diikuti dengan dua suara  beep  pendek,  dan  POST  melanjutkan  dengan  test berikutnya. 
d)    Test  4  (Memory  Error),  ada  tampilan  angka  yang  menunjukkan kode kesalahan.
e)    Test  5  (Keyboard  Error),  ada  tampilan  angka  yang  men unjukkan kode kesalahan.
f)     Test  6  (Drive  Error),  ada  tampilan  angka  601,  1780,  atau  1781 yang menunjukkan kode kesalahan.
Macam-macam pesan kesalahan pada PC

Attempted Write To Readonly Memory (stop code 0X000000BE)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Dan cari driver yang sesuai dengan Operating System-nya.

Bad Pool Caller (stop code 0X000000C2)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Selain itu error ini juga dapat disebabkan oleh hardware yang rusak/cacat. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Data Bus Error (stop code 0X0000002E)
Masalah ini biasanya disebabkan karena ada kerusakan/cacat pada hardware, biasanya adalah memory. Selain cacat pada memory bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk, ganti hardwarenya…

Driver IRQL Not Less Or Equal (stop code 0X000000D1)
Disebabkan drivers mengakses hardware address yang tidak sesuai. Bisa juga disebabkan karena masalah seperti pada “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Power State Failure (stop code 0X0000009F)
Disebabkan tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Atau coba men-disable “Windows’ support for power management”.

Driver Unloaded Without Cancelling Pending Operations (stop code 0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Used Excessive Ptes (stop code 0X000000D)
Lihat pada masalah “No More System PTEs,” di bawah.

Hardware Interrupt Storm (stop code 0X000000F2)
Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.

Inaccessible Boot Device (stop code 0X0000007B)
Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini munculketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Kernel Data Inpage Error (stop code 0X0000007A)
Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.

Kernel Stack Inpage Error (stop code 0X00000077)
Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas.

Kmode Exception Not Handled (stop code 0X0000001E)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.

No More System PTEs (stop code 0X0000003F)
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.
Apabila error tersebut sering muncul, coba untuk menambah alokasi untuk PTEs pada Windows dengan cara sebagai berikut:
  • Buka Registry Editor.
  • Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Contro l\Session Manager\Memory Management
  • Double-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.
  • Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.
  • Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya. when you’re done. The change will take effect when you restart Windows.

NTFS File System (stop code 0X00000024)
Error disebabkan adanya masalah yang dilaporkan oleh Ntfs.sys (driver yang berfungsi untuk membaca dan menulis NTFS). Jika masih menggunakan file system FAT 32, error message yang timbul akan mirip (stop code 0X00000023). Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti hardisk anda.

Page Fault In Nonpaged Area (stop code 0X00000050)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas.

Status Image Checksum Mismatch (stop code 0Xc0000221)
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.

Solusi 1 : Anda dapat menggunakan Driver Rollback atau System Restore dari safe mode, untuk mengembalikan driver sebelumnya. Anda juga dapat menggunakan Windows XP Professional pemulihan fitur seperti Konfigurasi Baik Terakhir yang Diketahui pilihan startup, Cadangan, atau Automated System Recovery untuk mengembalikan konfigurasi bekerja sebelumnya. Setelah mengembalikan dari media backup, anda mungkin perlu mengajukan permohonan kembali service pack atau hotfix, tergantung pada saat backup dilakukan.

Solusi 2 : Jika pesan Stop nama file tertentu, cobalah menggantinya secara manual dengan salinan dari Windows XP Professional sistem operasi CD dengan mode aman atau Recovery Console. Untuk sistem yang menggunakan FAT16 atau sistem file FAT32, Anda memiliki pilihan untuk menggunakan Windows 98 atau Windows Millennium Edition Emergency Boot Disk untuk mengakses hard disk.
Jika file asli dari CD sistem operasi memiliki nama file yang berakhir dengan tanda garis bawah (_) karakter, Anda tidak dapat menggunakan file sampai terkompresi. Konsol Pemulihan’s Salin perintah ini sangat ideal untuk menyalin file terkompresi karena mendeteksi dan memperluas mereka. Jika Anda tidak menentukan nama file tujuan, Anda harus mengubah nama file diperluas dengan ekstensi yang benar sebelum menggunakannya. Dari safe mode atau Recovery Console, Anda dapat menggunakan perintah Expand uncompress dan menyalin file ke lokasi tujuan. Dalam Recovery Console, file yang diperluas diberi nama yang benar setelah disalin ke lokasi tujuan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Expand Menyalin atau perintah, lihat Windows XP Help and Support Centre.

Status System Process Terminated (stop code 0Xc000021A)
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.

Unexpected Kernel Mode Trap (stop code 0X0000007F)
Umumnya error ini disebabkan karena memory yang cacat, kerusakan motherboard atau temperatur prossesor yang tinggi (biasanya terjadi karena overclocking).

Unmountable Boot Volume (stop code 0X000000ED)
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device.

Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performence PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang di lakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
CPU dan monitor mati, tidak ada beep
1.    Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V
2.    Power supply
2
CPU hidup, Monitor mati, tidak ada beep
1.    Instalasi kabel data dari VGA card ke monitor
2.    Monitor
3
CPU hidup, monitor mati, ada beep
Di sesuaikan dengan beep

 
Prosedur test POST yang telah di lakukan untuk memastikan bahwa unit power suplly dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini bisa di lewati maka BIOS mulai menerukan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya di tunjukan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang di tunjukan sesuai dengan BIOS yang di gunakan.

Kode Beep AWARD BIOS
No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
1 beep pendek
PC dalam keadaan baik
2
1 beep panjang
Problem di memory
3
1 beep panjang 2 beep pendek
Kerusakan di modul DRAM parity
4
1 beep panjang 3 beep pendek
Kerusakan di bagian VGA
5
Beep terus menerus
Kerusakan di modul memory atau memory video

 

 

                                                     KODE BEEP AMI BIOS
No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
1   Beep  pendek
DRAM gagal merefresh
2
2   Beep  pendek
Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM parity (system memori)
3
3   Beep   pendek
BIOS gagal mengakses memori 64KB  pertama
4
4   Beep  pendek
Timer pada system gagal bekerja
5
5   Beep  pendek
Motherboard tidak dapat menjalankan Processor
6
6   Beep  pendek
Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7
7   Beep  pendek
Video mode error
8
8   Beep  pendek
Tes memori vga gagal
9
9   Beep  pendek
Checksum error ROMBIOS bermasalah
10
10 Beep  pendek
CMOS shutdown read/write mengalami error
11
11 Beep  pendek
Chace memori error
12
1   Beep  panjang 3 beep pendek
Conventional/extended memori rusak
13
1   Beep  panjang 8 beep pendek
Tes tampilan gambar gagal


Kode Beep IBM BIOS

No
Gejala
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
Tidak ada beep
Power supply rusak,card monitor/RAM tidak terpasang
2
1 beep pendek
Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3
Beep terus menerus
Power supply rusak,card monitor/RAM tidak terpasang
4
Beep pendek berulang-ulang
Power supply rusak,card monitor/RAM tidak terpasang
5
1 beep panjan 1 beep pendek
Masalah motherboard
6
1 beep panjang 2 beep pendek
Masalah bagian VGA Card (mono)
7
1 beep panjang 3 beep pendek
MAsalah bagian VGA Card (EGA)
8
3 beep panjang
Keyboard error
9
1 beep,blank monitor
VGA Card sirkuit





Selain beep biasanya pada kondisi tertntu dapat di lihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk teks yang di tampilkan pada layar monitor. Teks tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat di lakukan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baik dan terinstalasi dengan benar. User dapat langsug mengetahui maslah yang ada dengan membaca teks peringatan. misalnya yaitu :
Keyboard error                               untuk masalah pada keyboard
CMOS error  cemos battery error atau ada maslah pada setting Setting peripheral
HDD not Install                                harddisk tidak terpasang
            Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang di tampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.








0 komentar:

Posting Komentar